Fungsi Mobil Skylift

Fungsi Mobil Skylift

 

9 Fungsi Mobil Skylift Berdasarkan Jenis

Mobil skylift atau crane sering digunakan pada kegiatan konstruksi. Penasaran dengan fungsinya? Berikut 9 fungsi mobil skylift berdasarkan jenisnya.

  1. Tower Crane

Jika diperhatikan dalam kegiatan konstruksi, jenis crane yang paling sering digunakan adalah tower crane. Jenis crane yang satu ini memiliki ketinggian antara 70 hingga 80 meter sehingga dapat memudahkan pekerjaan dengan ketinggian yang sulit dicapai. Crane tersebut juga mampu mengangkut material yang memiliki bobot lebih dari 2 ton. Hampir tidak ada kegiatan konstruksi yang tidak menggunakan crane jenis ini apalagi proyek konstruksi tersebut lumayan besar.

Tower crane sangat kokoh baik dari bentuk dan kualitasnya. Bentuknya tinggi dan besar sehingga butuh waktu yang sedikit lebih lama ketika pemasangan, pasalnya banyak bagian dari alat ini yang harus dipasang dengan cara terpisah. Bagian bawah yang ditancapkan ke tanah terbuat dari beton, nantinya ketika pemasangan towernya akan ditancap menggunakan baut super besar dengan kualitas tinggi. Tower crane tidak bisa bergerak kesana dan kemari, pemasangannya hanya pada satu tempat. Nantinya yang membantu mengangkut berbagai keperluan konstruksi adalah trolley pada bagian puncak crane.

  1. Mobile Crane

Jenis crane ini juga dikenal dengan truck crane karena trolley crane harus dipasangkan pada truk terlebih dahulu agar bisa bergerak. Tentunya sangat berbeda dibandingkan tower crane yang hanya berada pada satu titik, mobile crane dirancang agar dapat bergerak secara berpindah-pindah. Hal ini tentu lebih memudahkan pekerjaan pekerja di lokasi pengangkutan.

Proses pemasangan tiang mobil crane dapat dilakukan saat kegiatan konstruksi akan berlangsung. Hal tersebut dilakukan agar crane seimbang saat akan beroperasi. Pondasi atau tiang yang dipasangkan itu juga disebut dengan outrigger. Crane ini dapat berputar hingga 360 derajat yang pastinya akan memudahkan kinerja pekerja di lokasi konstruksi. Kemampuan crane dalam mengangkut barang cukup membantu yakni sekitar 3 ton untuk tipe mobile crane colt diesel, sedangkan untuk tipe fuso lebih tangguh yakni sekitar 5 hingga 8 ton.

  1. Crawler Crane

Ketinggian crane biasanya mencapai puluhan meter, berbeda dengan jenis yang satu ini di mana jangkauannya tidak terlalu besar dan hanya digunakan untuk proyek pembangunan. Crawler crane ini menggunakan roda untuk menggerakkan badannya sehingga mudah melakukan mobilisasi dalam berbagai medan. Meskipun demikian untuk mencapai lokasi kegiatan, crane tersebut tetap membutuhkan pengangkutan lainnya seperti truk trailer.

Pemasangannya harus dilakukan pada area konstruksi yang dituju. Ketika pengangkutan, maka harus dilakukan pembongkaran agar mudah diangkut ke lokasinya. Cara pengoperasiannya sama dengan alat berat crane yang lain, hanya saja kelebihannya terletak pada kemampuannya yang bisa bergerak ketika mengangkat beban. Tidak perlu khawatir karena crane ini dikenal sangat tanggung dan stabil meskipun bergerak sembari mengangkat beban berat sekalipun tanpa outrigger.

  1. Hidrolik Crane

Hidrolik crane merupakan jenis crane yang menggunakan minyak dan udara agar dapat beroperasi, hanya saja hidrolik crane lebih khusus. Fungsi crane ini dapat digunakan pada kegiatan perbengkelan, pergudangan dan lainnya yang memiliki struktur sederhana. Nantinya crane jenis ini akan diposisikan pada satu tempat dan tidak akan dipindah tempatkan. Jangkauannya tidak terlalu panjang karena hanya dapat berputar 180 derajat.

Tentunya alat ini cukup membantu pada kegiatan pergudangan, biasanya pengelola menyediakan dua crane atau lebih agar memudahkan pekerjaan. Tenaga yang dihasilkan dari crane ini tidak main-main, pasalnya bobot yang mampu diangkut mencapai ribuan pound. Hal ini bisa dilihat dari cara kerja hidrolik crane yang mana ketika pompa menghisap oli yang tersimpan, kemudian terjadilah gerakan mendorong menuju penggerak.

Pemasangan crane dengan tenaga air ini sangat mudah, bobot badannya tergolong ringan. Perawatannya bisa dilakukan dengan cara yang tidak terlalu rumit dan ketika beroperasi juga tidak terlalu berisik seperti crane lainnya. Hanya saja apabila terjadi kebocoran sistem akan kotor, maka crane ini jarang digunakan pada industri makanan maupun obat-obatan.

  1. Hoist Crane

Jenis crane selanjutnya adalah hoist crane yang mana merupakan alat angkut dan sering digunakan pada gudang dan bengkel. Jika selama ini crane sering dilihat bekerja di atas permukaan, maka lain halnya dengan hoist crane. Penempatan crane ini adalah di langit-langit sehingga sering ditempatkan di gudang maupun gudang. Terdapat rel khusus yang dipasang pada bagian langit-langit ruangan agar bisa menggerakkan crane secara maju atau mundur dalam satu arah.

Desain crane sangat tangguh dan kuat dengan kontrol yang halus. Penggunaan crane jenis ini sesuai bagi dunia industri seperti pabrik maupun perbengkelan. Crane dapat mengangkut barang yang telah diproduksi untuk dikemas lebih baik. Komponen utama crane hoist adalah motor listrik, rem motor, kotak terminal dan tali kawat yang berfungsi dengan baik sebagai komponen pengangkat muatan. Hoist crane juga terdapat beberapa tipe yakni:

1)     Overhead crane single girder

2)     Overhead crane double girder

3)     Semi gantry crane

4)     Gantry crane

5)     Suspension crane

  1. Jib Crane

Jib crane adalah jenis crane yang bergerak menggunakan hoist serupa dengan hoist crane. Struktur crane ini juga serupa dengan hidrolik crane. Alat ini kerap digunakan pada tempat industri maupun dijadikan sebagai kendaraan militer. Crane ini juga dikenal dengan sebutan kerekan yang dipasang pada lantai bagian atas bangunan sehingga mampu mengangkut barang ke semua lantai. Jib juga bagian dari tower crane yang berfungsi sebagai pengangkut material atau alat bantu kerja menggunakan kabel baja.

Crane jib mampu mengangkut beban dengan berat 30 pon sampai 100 ton. Sistem materialnya menggunakan handling overhead. Pengangkutan yang dilakukan oleh jib crane ini adalah secara vertikal, crane juga dapat menahan beban yang diangkut jika diperlukan dan menurunkan muatan ke tempat lain. Mekanisme yang digunakan yakni luffing atau pendongkrak, slewing atau pemutar dan travelling atau pejalan. Ketangguhan crane jib lumayan kokoh karena terdiri dari material berupa pipa besi kotak dengan ketebalan 5 hingga 20 mm. Kemudian ada pula material yang berupa pipa besi dengan ketebalan 5 hingga 10 mm serta tali besi alias sabuk besi atau baja yang kokoh.

  1. Railway Crane

Crane yang satu merupakan jenis crane penolong yang bergerak hanya di jalur rel, oleh karena itu disebut railway crane. crane atau disebut juga derek kereta api ini berfungsi sebagai alat berat yang membantu pembangunan jalur kereta api. Tidak hanya itu railway crane juga dapat digunakan untuk perbaikan dan pemeliharaan pada rel kereta api. Roda yang digunakan railway crane berupa roda flens di mana bagian bawahnya hanya dapat dipindahkan pada jalur rel.

Pada beberapa peristiwa, crane kereta api ini digunakan untuk mengevakuasi gerbong yang terguling akibat kecelakaan. Crane tersebut dikerahkan karena mampu berjalan di atas rel kereta api, sehingga fungsinya sangat dibutuhkan. Intinya fungsi railway crane adalah sebagai alat angkut yang hanya dapat beroperasi pada jalur rel.

  1. Floating Crane

Floating crane adalah jenis crane yang terapung di atas air. Jenis crane yang satu ini tidak memiliki mesin induk dan alat kemudi sehingga pergerakannya dikendalikan oleh Tugboat. Crane tersebut mampu mengangkut muatan berat sehingga dapat dengan mudah dipindahkan ke mother vessel. Kapal terapung adalah sebutan lain untuk floating crane dengan muatan berupa batu bara dan lain sebagainya. Keuntungan menggunakan floating crane yakni:

1)     Hemat waktu ketika pemuatan barang.

2)     Ada beberapa jenis kapal besar yang tidak bisa memasuki pelabuhan karena muatannya besar dan draft yang juga berpengaruh, dengan begitu floating crane akan mengangkat seluruh muatan kapal besar untuk dibawa ke daratan.

3)     Floating crane dapat menampung lebih banyak muatan.

4)     Floating crane dapat mengurangi penanganan muatan ganda dan mengurangi polusi.

  1. Telescopic Crane

Jenis crane ini memiliki kapasitas hingga 6 ton untuk berbagai konstruksi. Crane ini dapat digunakan secara simultan dua atau beberapa gerakan dengan disertai sistem darurat sebagai pengamanan. Kemudian dapat juga dioperasikan secara manual guna melepas rem pada slewing gear dan winch. Terdapat bom besar di mana ada sejumlah tabung yang dipasang pada bagian lain. Tabung ini lantas meluas ke luar diakibatkan mekanisme hidrolik. Fungsi telescopic crane umumnya digunakan sebagai alat untuk membangun menara sinyal, mengangkat kapal dari air, operasi penyelamatan dan kegiatan berat lainnya.

  1. Container Crane

Container crane digunakan sebagai peralatan yang membantu proses bongkar muat barang yang ada di dalam peti kemas dari dermaga maupun daratan. Alat ini bekerja sangat cepat dibandingkan alat bongkar muat peti kemas yang lainnya seperti harbour mobile crane, shore crane dan lainnya. Alat ini dipasang secara permanen di dermaga pelabuhan dengan pemasangan dilengkapi rel sehingga mampu bergeser dan berfungsi untuk bongkar muat peti kemas yang masuk dalam jangkauan jauh.

  1. Sky Crane

Crane udara atau sky crane berfungsi sebagai alat angkut barang berat yang menggunakan helikopter sebagai penggeraknya. Jadi misalnya ada target yang sulit dijangkau melalui jalur darat, maka bisa menggunakan JAVA SKYLIFT meski bebannya berat sekalipun. Biasanya beban yang diangkut seperti mobil, yang terjebak atau lain sebagainya.

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan ketika memilih jenis crane, yakni:

1)     Pertimbangkan anggaran atau biaya sehingga memilih crane yang sesuai dengan budget, jika ingin crane yang lebih baik maka siapkan anggaran yang cukup.

2)     Pertimbangkan juga kegunaan crane yang akan dibeli, apabila hanya untuk menggerakkan beban dengan muatan rendah, cukup pilih crane yang memiliki beban angkut yang sesuai. Hindari memilih crane yang memiliki beban angkut paling tinggi jika hanya untuk muatan dengan bobot rendah.

3)     Pastikan lokasi pemasangan crane juga tepat, bila lokasinya jauh maka pastikan alat yang mampu mengangkut crane ke lokasi tersebut sehingga tidak kesulitan proses pemasangannya.

4)     Pastikan keamanan dan keselamatan kerja setiap orang yang terlibat, proses pemasangan crane sebaiknya dilakukan oleh pihak yang ahli dalam bidang tersebut.

5)     Pastikan kehandalan dan ketangguhan crane yang dipilih mengingat bahaya dari kegagalan crane sangat fatal.

Sekian penjelasan mengenai fungsi mobil skylift atau crane yang sering digunakan untuk kegiatan konstruksi. Saat oni mobil skylift juga telah digunakan untuk kegiatan pemadaman kebakaran agar lebih mudah mencapai sumber api pada apartemen dengan ketinggian tertentu. Semoga bermanfaat.